Kunjungan Lapangan Pasirluyu: Aspirasi Posyandu, Dana PMT, dan Penanganan Kenakalan Remaja
Kunjungan lapangan di wilayah Pasirluyu menjadi ruang dialog penting antara warga dan Ibu Agita Nurfianti, Anggota DPD RI Perwakilan Jawa Barat, yang hadir untuk menyerap aspirasi langsung terkait pelayanan kesehatan dasar, penguatan Posyandu, hingga isu sosial remaja. Pertemuan ini dihadiri oleh unsur PKK, RT, dan RW dengan fokus pada perbaikan fasilitas, peningkatan dana PMT, insentif kader, serta penanganan masalah lingkungan dan sosial.
Kebutuhan Mendesak Posyandu
Posyandu setempat menghadapi keterbatasan sarana, terutama meja pengukuran dan penimbangan yang jumlahnya tidak memadai. Dana PMT yang turun dari Rp200.000 menjadi Rp150.000 per kegiatan berdampak pada kualitas menu gizi, terutama dengan jumlah balita 45–50 anak per posyandu. Pencairan dana yang sering terlambat membuat kader harus memakai dana talangan pribadi.
Satu balita dengan kebutuhan khusus (epilepsi) membutuhkan dukungan biaya transportasi untuk terapi rutin di RS Immanuel, mengingat kondisi ekonomi keluarga yang terbatas.
Insentif Kader dan Tantangan Administrasi
Kader mempertanyakan kejelasan insentif MBG (Dapur Gizi) yang belum transparan, sementara insentif kader posyandu mengalami kenaikan namun tidak sebanding dengan beban kerja: pengurusan 24 buku administrasi dan pelaporan online yang memerlukan kuota internet rutin.
Permasalahan Sosial: Kenakalan Remaja & Obat Ilegal
RW 05 menghadapi masalah serius terkait peredaran obat-obatan terlarang yang memicu konflik dan bahkan menimbulkan korban jiwa. Warga mengusulkan kegiatan-kegiatan positif sebagai upaya pencegahan, serupa program pembinaan remaja di BGD.
Masalah Banjir Akibat Minim Resapan
Banjir menjadi keluhan lama yang semakin buruk akibat pembangunan yang mengurangi daerah resapan air. Upaya penanganan dirasa belum efektif dan memerlukan intervensi lintas lembaga.
Pemeriksaan Kesehatan Lansia Masih Berbayar
Lansia harus membayar untuk pemeriksaan kolesterol dan gula darah di Posyandu. Warga mengusulkan program agar layanan ini dapat digratiskan demi meningkatkan derajat kesehatan.
Rencana Tindak Lanjut
Beberapa rekomendasi tindak lanjut yang disiapkan meliputi:
- Pengajuan peningkatan dan percepatan pencairan dana PMT.
- Bantuan transportasi untuk balita berkebutuhan khusus.
- Penguatan mekanisme dan kejelasan insentif MBG.
- Pengusulan pemeriksaan kesehatan lansia gratis.
- Penanganan kenakalan remaja dan obat ilegal bersama aparat.
- Solusi banjir melalui koordinasi kelurahan dan Pemkot.
- Pengecekan ulang DTKS/DTSEN untuk akses bantuan sosial.

